Suitability Analysis and Carrying Capacity Mansinam Isle for Marine Ecotourism in Manokwari

  • Muhammad Arsyad Program Studi S3 Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Papua
  • Vera Sabariah
  • Roni Bawole Program Studi S3 Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Papua
  • Nurhani Widiastuti Program Studi Ekowisata, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Waisai, Raja Ampat, 98482, Indonesia

Abstract

Mansinam isle has a potential natural resources with terrestrial and aquatic ecosystems, with varieties of flora, fauna, and outstanding natural beauty. Some of them had not been used optimally, therefore useful programs are required to develop and utilize these resources but still acknowledging the effort of conservation and rehabilitation thus the resources remain sustainable and to improve local community life. The purposes of this research are to assess: 1) the suitability of tourism, 2) ecological carrying capacity, and 3) the hospitality for travelling visitors.  A survey method with direct observation technique applied on coral reefs, seagrass beds and coastal ecosystems. The results shows that ecotourism in Mansinam isle as follows: tourism suitability for diving category on ​​coral reef ecosystems at 3 meters depth was very suitable (IKW 82.19 to 89.04) and 10 meters depth is suitable (IKW 76.71). Tourism suitability for snorkeling category on coral reef ecosystems at 3 meters depth is very suitable (IKW 90.12 to 91.36), and seagrass ecosystems is suitable (IKW 78.79). Tourism suitability for beach category is very suitable (IKW 89.29 to 96.43), coastal category is moderately (IKW 70.51 to 76.92).  Analysis on supporting capacity and ecological carrying capacity for diving category on coral reef ecosystems is 44 visitors per day, snorkeling 24 visitors per day, seagrass20 visitors per day, beach recreation 18 visitors per day, sun bathing 10 visitors per day, swimming 16 visitors per day, sports tourism 8 visitors per day, and camping tours197 visitors per day. Results shown for esthetics and hospitality values suggested that 52% of respondents stated that Mansinam Island were quite beautiful and 41% said very beautiful, moreover 66% of respondents expressed quite comfortable and 21% said comfortable.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsyad, M. (2006). Analisis Tingkat Pencemaran dengan Pendekatan Plankton Sebagai Bioindikator di Perairan Teluk Doreri. Skripsi. Manajemen Sumberdaya Perairan. Universitas Negeri Papua. Manokwari.

Fandeli, C. (2002). Pengertian dan Konsep Dasar Ekowisata. Artikel dalam buku: Pengusahaan Ekowi-sata, editor: Chafid Fandeli. Fakultas Kehutanan UGM bekerja-sama dengan Unit Konservasi Sumberdaya Alam Yogyakarta. Yogyakarta.

Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Hardjowigeno, S & Widiatmaka. (2001). Kesesuaian Lahan dan Perenca-naan. Tataguna Tanah. Bogor: Jurusan Tanah Fakultas Perta-nian IPB Bogor.

Intan, P. (2020). Tren Wisata Pasca Corona: Ekowisata, Petualangan, dan Kebugaran. Artikel pada Travel Detik tertanggal 13 Juni 2020. Diakses pada https://travel.detik .com/travel-news/d-5051553/tren-wisata-pas ca-corona-ekowisata-petualangan-dan-kebugaran.

Jayanthi, N.P.C.K., Restu, I.W. & Pratiwi, M.A. (2019). Kajian Kesesuaian Pulau Pasir Putih dalam Kerangka Pengembangan Ekowi-sata Bahari di Pantai Sumberkima, Buleleng, Bali. Current Trends in Aquatic Science II(1): 62-69 (2019)

Johan, Y. (2016). Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Bahari Pulau Sebesi, Provinsi Lampung. Depik, 5(2): 41-47.

Juniawan, I.M., Karini, N.M., & Dewi, LG.L.K. (2017). Karakteristik dan Persepsi Kenyamanan Wisatawan Mancanegara di Pantai Kuta Bali. Jurnal IPTA Vol. 5 No. 1, 2017.

Khalik, W. (2014). Kajian Kenyamanan dan Keamanan Wisatawan di Kawasan Pariwisata Kuta Lombok. JUMPA Volume 01, Nomor 01, Juli 2014.

Koroy, K., Yulianda, F., & Butet, N. (2017). Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Di Pulau Sayafi Dan Liwo, Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal teknologi Perikanan dan Kelautan 8(1):1-17

Krey, M.A. (2014). Keterkaitan Terumbu Karang dengan Ikan Chaeto-dontidae dan Implikasi Untuk Pengelolaan Perairan Teluk Doreri Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Tesis Pascasarja Ilmu Lingkungan. Universitas Negeri Papua. Manokwari.

Lelloltery, H., Pujiatmoko, S., Fandeli, C. & Baiquni, M. (2016). Pengem-bangan Ekowisata Berbasis Kesesuaian dan daya Dukung Kawasan Pantai (Studi Kasus Pulau Marsegu Kabupaten Seram Bagian Barat). Jurnal Budidaya Pertanian. Vol. 12 (1): 25 – 33 Th. 2016.

LIPI. (2009). Segitiga Koral, Jantung Dunia. Dipublikasikan pada 13 Februari 2009 pada http://lipi.go.id/ berita/segitiga-koral-jantung-dunia/4174.

Natha M.H, AmboTuwo, & Samawi, F. (2014). Kesesuaian Ekowisata Selam dan Snorkling di Pulau Nusa Ra dan Nusa Deket Berdasarkan Potensi Biofisik Perairan. J. Sains & Teknologi, Desember 2014, Vol.14 No.3 : 259 – 268

Plathong, S., Inglis, G.J. & Huber, M.E. (2000). Effects of Self-Guided Snorkeling Trails on Corals in a Tropical Marine Park. Conservation Biology. Vol. 14, No. 6 (Dec., 2000), pp. 1821-1830 (10 pages).

Rosalina, D.R., Yonvitner, & Imran, Z. (2019). Perilaku Pesnorkel terha-dap Ekosistem Terumbu Karang (Studi Kasus di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Oktober 2019 Vol. 24 (4): 327336

Subinarto, D. (2020). Era Kenormalan Baru dan Prinsip Fundamental Ekowisata. Opini pada situs berita lingkungan Mongabay tanggal 18 Juni 2020. Diakses pada https://www.mongabay.co.id/2020/ 06/18/era-kenormalan-baru-dan-prinsip-fundamental-ekowisata/.

Susilawati, S., (2011). Pengembangan Eko-wisata Sebagai Salah Satu Upaya Pemberdayaan Sosial, Budaya dan Ekonomi di Masyarakat. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI. Bandung.

TIES. (1990). The International Eco-tourism Society, (TIES) overview. https://ecotourism.org/ties-overview/ diunduh 9 Maret 2015.

TIES. (2000). Fact The International Ecotourism Society (TIES), Washington, DC 20005, USA https://ecotourism.org/ties-overview/ info@ecotourism.org www.ecotourism.org

Triyanto, M.A. (2014). Kajian Pengem bangan Ekowisata Pantai Di Kabupaten Manokwari Papua Barat (Studi Kasus Pantai Yen Beba). Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Damanik J., Weber, H.F. (2006). Peren canaan Ekowisata. Pusat Studi Pariwisata UGM dan Penerbit Andi. Yogyakarta.

Wood, M. (2002). Ecotourism: Principles, Practices & Policies for Sustai-nability, United Nations Environ-ment Programme. United Nations Publication, France.

Widiastuti, N., Mudjirahayu, Maitindom, V., & Leatemia, S. (2015). Persepsi Masyarakat Lokal Dalam Mendu-kung Pengembangan Ekowisata di Teluk Doreri Kabupaten Manok-wari. Prosiding Seminar Nasional Tahunan XII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

Wyzer, J.I., Hartini, S. & Tokede, M.. (1998). Kualitas Perairan Pulau Mansinam pada Kondisi Arus Permukaan Monsun Timur. CASSOWARY volume I (1): 1 - 20, https://doi.org/10.30862/casssowary.cs.v1.i1.1

Yulianda, F. (2007). Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Kon-servasi. Makalah Seminar Sains pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.

Yulisa, E.N., Johan, Y. & Hartono, D. (2016). Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Pantai kategori Rekreasi Pantai Laguna Desa Merpas Kabupaten Kaur. Jurnal Enggano Vol. 1, No. 1, april 2016: 97-111.
How to Cite
ARSYAD, Muhammad et al. Suitability Analysis and Carrying Capacity Mansinam Isle for Marine Ecotourism in Manokwari. JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 213-228, may 2021. ISSN 2550-0929. Available at: <https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/view/111>. Date accessed: 14 june 2021. doi: https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2021.Vol.5.No.2.111.
Statistik Abstract view : 24 times
Statistik PDF Views : 10 times
Keywords:
Suitability analysis, Ecotourism carrying capacity, marine tourism, Mansinam isle, Manokwari
Published
2021-05-29
Section
Research Articles