Spatial Distribution of Coral Cover in Cenderawasih Bay Marine Park, Papua

  • Ridwan Sala
  • Roni Bawole Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Manokwari
  • Rimer Haigen Hein Biloro Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Manokwari
  • Mudjirahayu Mudjirahayu Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Manokwari

Abstract

Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) memiliki potensi karang sebanyak 145 jenis dari 15 famili, dan tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil.  Namun kondisi ekosistem terumbu karang di TNTC mulai terancam akibat fenomena alam dan aktifitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan karang di TNTC berdasarkan bentuk pertumbuhan (lifeform) karang. Penelitian dilakukan dengan metode Point-Intercept Transect (PIT) pada Bulan Mei 2012, dengan pengambilan data terumbu karang per titik (point) sepanjang transek. Penempatan garis transek dilakukan pada 30 stasiun penelitian pada kedalaman 9 - 10 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa persen tutupan karang berdasarkan bentuk pertumbuhan (lifeform) karang hidup berkisar 44 %, karang mati  15%, pasir 31 %, alga 8% dan OT (others) 2%.  Kisaran persentasi tutupan karang hidup antara 31 - 50 % sehingga dikategorikan kondisi sedang. Kondisi tutupan karang tidak jauh berbeda antara zona larang tangkap dan zona tangkap. Penelitian ini mengindikasikan pula bahwa diperlukan pengawasan pada zona larang tangkap karena masih ada masyarakat yang menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang merusak di TNTC.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allen, G., & Erdmann, M. V. (2009). Reef fishes of the Bird’s Head Peninsula, West Papua, Indonesia. Check List, 5. doi: 10.15560/5.3.587

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih. (2009). Zonasi Taman Nasional Teluk Cendera-wasih Manokwari.

Bawole, R., Pattiasina, T., & Kawulur, E.I.J.J. (2014). Coral-fish asso-ciation and its spatial distribu-tion in Cenderawasih Bay national park Papua, Indonesia. AACL Bioflux, 7, 248-254.

Bawole, R., Yulianda, F., Bengen, D. G., & Fahrudin, A. (2011). Governance sustainability of traditional use zone within marine protected area National Park of Cenderawasih Bay, West Papua. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, XVII(2), 71-78.

BBTNTC. (2009). Zonasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih Manokwari. Manokwari: Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Bell, J., & Galzin, R. (1984). Influence of live coral cover on coral reef fish communities. Marine Ecology Progress Series, 15, 265-274. doi: 10.3354/meps015265

Caroselli, E., Zaccanti, F., Mattioli, G., Falini, G., Levy, O., Dubinsky, Z., & Goffredo, S. (2012). Growth and demography of the solitary scleractinian coral Leptopsammia pruvoti along a sea surface temperature gradient in the Mediterranean Sea. PLoS ONE, 7(6), e37848-e37848. doi: 10.1371/journal.pone.0037848

Coker, D. J., Wilson, S. K., & Pratchett, M. S. (2014). Importance of live coral habitat for reef fishes. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 24(1), 89-126. doi: 10.1007/s11160-013-9319-5

English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1994). Survey manual for tropical marine resources. Australian Institute of Marine Science. Townsville.

Hill, J., & Wilkinson, C. (2004). Methods for Ecological Monitoring of Coral Reefs. A resource for managers. Australian Institute of Marine Science, Townsville, Australia.

Hukom, FD and Bawole R. (1997) Spacial distribution of butterfly fishes (Cahetodontidae). Biolo-gical Society of New Guinea, 1: 1-14.

Manuputty, A. E. W., & Djuwariah. (2009). Method guide for Point Intercept Transect (PIT) for community. Base line study and coral health monitoring at marine no take zone area (DPL). Jakarta: COREMAP - LIPI.

Mudjirahayu, Bawole, R., Rembet, U. N. W. J., Ananta, A. S., Runtuboi, F., & Sala, R. (2017). Growth, mortality and exploitation rate of Plectropomus maculatus and P. oligocanthus (Groupers, Serra-nidae) on Cenderawasih Bay National Park, Indonesia. Egyptian Journal of Aquatic Research, 43, 213–218. doi: https://doi.org/10.1016/j.ejar.2017.09.002

Öhman, M. C., & Rajasuriya, A. (1998). Relationships between habitat structure and fish communities on coral. Environmental Biology of Fishes, 53(1), 19-31. doi: 10.1023/A:1007445226928

Paulangan, Y. P. (2015). Kondisi terumbu karang di daerah perlidungan laut Pulau Nusi dan Pulau Wundi Kepulauan Padai-do, Kabupaten Biak Numfor. The Journal of Fisheries Develop-ment, 2(3), 71 - 81.

Sembiring, E., Manangkoda, A. Y., & Susanto, A. (2010). Kondisi terumbu karang DI Pulau Matas Taman Nasional Teluk Cendera-wasih. Jurnal Matematika, Sains, dan Teknologi, 10(1), 42-48.

Turak, E., Brodie, J., & Devantier, L. (2007). Reef-building corals and coral communities of the Yemen Red Sea. Fauna of Arabia, 23.

Wilson, J., & Green, A. (2009). Metode pemantauan biologi untuk meni-lai kesehatan terumbu karang dan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut di Indonesia, Versi 1.0 (Vol. Laporan No 1/09, pp. 46p): TNC Indonesia Marine Program
How to Cite
SALA, Ridwan et al. Spatial Distribution of Coral Cover in Cenderawasih Bay Marine Park, Papua. JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 201-212, may 2021. ISSN 2550-0929. Available at: <https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/view/106>. Date accessed: 14 june 2021. doi: https://doi.org/10.46252/jsai-fpik-unipa.2021.Vol.5.No.2.106.
Statistik Abstract view : 17 times
Statistik PDF Views : 6 times
Keywords:
Persentage tutupan karang, Papua, point intercept transect, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, terumbu karang
Published
2021-05-28
Section
Research Articles