Density and Diversity of Sea Cucumbers (Holothuroidea) in Letman Waters, Southeast Maluku

Kepadatan dan Keanekaragaman Teripang (Holothuroidea) di Perairan Letman, Maluku Tenggara

Authors

  • Rosita Silaban Politeknik Perikanan Negeri Tual
  • Jusron Ali Rahajaan Program Studi Teknologi Kelautan Politeknik Perikanan Negeri Tual Jl. Raya Langgur-Sathean Km 6 Kabupaten Maluku Tenggara, 97611, Indonesia
  • Munawir Hasan Ohoibor Program Studi Teknologi Kelautan Politeknik Perikanan Negeri Tual Jl. Raya Langgur-Sathean Km 6 Kabupaten Maluku Tenggara, 97611, Indonesia

Keywords:

community, sea cucumber, commercial, Letman, Southeast Maluku

Abstract

The economic value of sea cucumbers is no less competitive with other fishery commodity products. This good prospect has made fishing efforts to be increased. What is worrying is that the catch rate is not balanced with the carrying capacity of nature. This study aims to assess the density, size distribution, distribution patterns, population presence and growth patterns of sea cucumbers in Letman waters. The sampling method for sea cucumbers is a random method. There are 8 types of sea cucumbers found in the research location with a density range of 0.04-0.24 ind / m2. The results of measurements of temperature, salinity and pH at the research location obtained temperatures ranging from 29-31 ° C, salinity ranges from 28-31 ‰ and pH ranges from 8.11-8.26. The length of the sea cucumbers ranges from 10.5-31.52 cm, the diameter ranges from 3.00-10.03 cm and the weight ranges from 51.5-611.09 grams. The distribution pattern of sea cucumbers is grouped with an Id value of 1.23. The existence of sea cucumbers shows a low diversity value (H '= 0.42), low uniformity (E = 0.234) and relatively stable dominance (C = 0.83). The growth pattern of sea cucumbers obtained a b value of 2.16 so that it is classified as negative allometric (b <3).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Rashdi, K. M., Eeckhaut, I., Claereboudt, M. R. 2013. A Manual on Hatchery of Sea Cucumber Holothuria scabra in the Sultanate of Oman. Ministry of Agriculture and Fisheries Wealth Directorate General of Fisheries Research Aquaculture Center.

Aziz, A. 1987. Beberapa Catatan Tentang Perikanan Teripang di Indonesia dan Kawasan Indo Pasifik Barat. Oseana. 12 (2) : 68 – 78.

Aziz, A. 1995. Beberapa Catatan Tentang Teripang Bangsa Aspidochirotida. Oseana. 20 (4) : 11 – 23.

Aziz, A. 1997. Status Penelitian Teripang Komersial di Indonesia. Puslit Oseanologi-LIPI. Jakarta. Jurnal Oseana. 22 (1) 9-19.

Bakus, G. J. 1973. The Biology and Ecology of Tropical Holothurians. Biology and Geology of Coral Reef.1 : 325 – 367.

Bengen DG. 2000. Teknik Pengambilan Contoh dan Analisis Data Biofisik Sumberdaya Pesisir. Bogor: PKSPL–IPB.

Darsono, P. 2003. Sumber daya Teripang dan Pengelolaannya. Bidang Sumber daya Laut, LIPI. Jakarta. Jurnal Oseana. 28 (2) 1- 9.

Darsono, P. 2007. Teripang (Holothuroidea): Kekayaan Alam dalam Keragaman Biota Laut. Bidang Sumber daya Laut, Puslit-LIPI. Jakarta. Jurnal Oseana. 32 (2) 1 - 10.

Den Hartog dan Kuo, J. 2001. Global Seagrass Research Methods. Elsevier Science B. V. Amsterdam.

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. 2015. Pedoman Umum Identifikasi dan Monitoring Populasi Teripang. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 92 hal.

Effendi, I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Fagetti, A.G. & F.B. Villalobos. 2016. Spatio-temporal variation in density and size structure of the endangered sea cucumber Isostichopus fuscus in Huatulco National Park, Mexico. Marine ecology, 38(1): 1-11.

Hana. 2011. Evaluasi Pemacuan Stok Teripang pada Habitat Konservasi Lamun Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.Program Studi Ilmu Kelautan IPB. Bogor. (Skripsi). Tidak Dipublikasikan.

Hartati R., A. Trianto, & Widianingsih. 2017. Habitat characteristic of two selected locations for sea cucumber ranching purposes. IOP Conf. Series. Earth and Environmental Science. 55(1): 012041.

Hasanah, U., Suryanti dan Sulardiono, B. 2012. Sebaran dan Kepadatan Teripang (Holothuroidea) di Perairan Pantai Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Jakarta. Journal of Management of Aquatic Resources 1(1) : 1-7.

Husain, G., Tamanampo, J.F.W.S. dan Manu, G. D. 2017. Struktur Komunitas Teripang (Holothuroidea) di Kawasan Pantai Pulau Nyaregilaguramangofa Kec. Jailolo Selatan Kab. Halmahera Barat Maluku Utara. Jurnal Ilmiah Platax 5(2) : 177-188.

Hyman, L.H. 1955. The Invertebrates: Echinodermata, the Coelomate bilateral. Vol. 4. Me Graw-Hill Book, Co., Inc., New York : 763 pp.

Kaenda, H., I. Ermayanti, & O.A.A. La. 2016. Hubungan panjang berat teripang di perairan Tanjung Tiram Konawe Selatan. Manajemen Sumber Daya Perikanan, 2(2): 171-177.

Karnila, R., Astawan, M., Sukarno, Wresdiyati, T. 2011. Karakteristik Konsentrat Protein Teripang Pasir (Holothuria scabra) dengan Bahan Pengekstrak Aseton. Jurusan Teknologi Hasil Perikanan. Faperika Universitas Riau. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 1 (16) 90-102.

Khouw, A. S. 2009. Metode dan Analisa Kuantitatif Dalam Bioekologi Laut. Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Pesisir dan Laut (P4L). Jakarta.

Krebs, C.J. 1999. Ecological Methodology Second Edition. Addison Wesley Longman, Inc. New York.

Ludwig, J.A. dan J.F.Reynolds. 1988. Statistical Ecology, A Prmer on Methods and computing. A Willey Interscience Publication. New York.

Luhulima, Y., Zamani, N.P. & Bengen, D. G. 2020. Kepadatan dan Pola Pertumbuhan Teripang Holothuria scabra, Holothuria atra dan Bohadchia marmorata serta Asosiasinya dengan Lamun di Pesisir Pulau Ambon, Saparua, Osi dan Marsegu, Provinsi Maluku. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis 12 (2): 543-556.

Nirwana, E., Sadurun, B dan Afu, L.O.A. 2016. Studi Struktur Komunitas Teripang Berdasarkan Kondisi Substrat di Periaran Desa Sawapudo Kabupaten Konawe. Sapa Laut 1(1) : 17-23.

Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Cetakan Kedua. Djambatan. Jakarta.

Odum, E.P. (1971). Fundamental of Ecology. 3rd Eds. W. B. Saunders Company. Philadelphia: 574 p.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Terjemahan Samigan dan B. Srigadi. Gajah Mada University. Press. Yogyakarta.

Palallo, A. 2013. Distribusi Makroalga Pada Ekosistem Lamun Dan Terumbu Karang Di Pulau Bonebatang Kecamatan Ujung Tanah Kelurahan Barrang Lompo Makassar. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Rumahlatu, D., Gofur, A., Sutomo, H. 2008. Hubungan Faktor Fisik-Kimia Lingkungan dengan Keanekaragaman Echinodermata pada Daerah Pasang Surut Pantai Kairatu. Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pattimura. Ambon. Jurnal MIPA. (1) 77-85.

Sabariah, V., M. Tarukbua & D. Parenden. 2009. Kondisi Habitat, Distribusi dan Kelimpahan Teripang (Holothuroidea) di Pesisir Teluk Doreri Manokwari. J. Perikanan dan Kelautan. 7: 1:8.

Saputra, D. A. 2001. Struktur Komunitas Teripang (Holothuroidae) di Perairan Pantai Pulau Pramuka dan Pulau Tikus Kepulauan Seribu Jakarta. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sarmawati, S., Ramli, M., & Ira, I. 2017. Distribusi dan Kepadatan Teripang (Holothuroidea) di Perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(2), 183-194.

Silaban, R. 2010. Struktur Komunitas Makro Alga di Perairan Pantai Dusun Seri [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura. Ambon. (tidak dipublikasikan).

Silaban, R., Silubun, D.T. dan Jamlean, A.A.R. 2021. Aspek Ekologi dan Pertumbuhan Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Letman, Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Kelautan, 14(2), 120-131.

Suci, W., Melani, R. W. dan Raza’i, S. T. 2012. Struktur Komunitas Moluska Bentik Berbasis TDS (total dissolved solid) Padatan Terlarut dan TSS (Total Suspended solid) Padatan Tersuspensi di Pesisir Perairan Sungai Kawal Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan.

Sugiarto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif (Metode Analisis Populasi dan Komunitas). Usaha Nasional. Surabaya. 173 hal.

Sukmiwati, M., S. Salmah., S. Ibrahim., D. Handayani, dan P. Purwati. 2012. Keanekaragaman Teripang (Holothuroidea) di Perairan Bagian Timur Pantai Natuna Kepulauan Riau. Jurnal Natur Indonesia. 14 (2) : 131 – 137.

Sutaman. 1993. Petunjuk Praktis Budidaya Teripang. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 68 pp.

Walpole R.E. 1995. Pengantar Statistika. [Terjemahkan dari Introduction to statistic]. Sumantri B (penerjemah). Edisi ketiga. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 516 hlm.

Xiyin, L, Zhu Guanghui, Zhao Qiang, Wang Liang and Gu Benxue. 2004. Studies on hatchery techniques of the sea cucumber, Apostichopus japonicus. In. Advances in Sea cucumber Aquaculture and Management. Food and Agriculture Organization of the United Nations Rome.

Yusron, E. 2007. Sumberdaya teripang (Holothuroidea) di Perairan Pulau Moti, Maluku Utara. Oseanologi dan Limnologi. Indonesia (33) : 111 – 121 hal.

Yusron, E. 2010. Keanekaragaman jenis ekhinodermata di perairan teluk Kuta, Nusa Tenggara Barat. Makara Journal of Science, 13(1), 45-49.

Zamora, L.N. & A. Jeffs. 2011. A riview of the research on the Australasian sea cucumber Australostich mollis (Echinodermata Holothuroidea (Hutton 1872) with Emphasis on aquaculture. J. Shellfish, 32(3): 613-627.

Teripang

Downloads

Published

2023-01-03 — Updated on 2023-01-03

Versions

How to Cite

Silaban, R., Rahajaan, J. A., & Ohoibor, M. H. (2023). Density and Diversity of Sea Cucumbers (Holothuroidea) in Letman Waters, Southeast Maluku: Kepadatan dan Keanekaragaman Teripang (Holothuroidea) di Perairan Letman, Maluku Tenggara. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 6(4), 360–374. Retrieved from https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/view/236

Issue

Section

Research Articles